Thursday, November 18, 2010

KARNAUGH MAP

Peta Karnaugh (K-Map) adalah salah satu metode yang digunakan untuk menyederhanakan fungsi Boolean sehingga meminimalkan jumlah alat logika dalam perancangan rangkaian logika.

Perhatian :
Dalam penyusunan variabel masukan, hanya diijinkan satu variabel yang berubah.
Misal : masukan AB,
disusun sebagai AB, A’B, A’B’, AB’

Peta 2 variabel.

Tabel kebenaran :
Input A
Input B
Output Y

0
0
0

0
1
0

1
0
1

A B’

1
1
1
A B

Diperoleh pernyataan minterm : Y = A B’ + A B
K-Map :


B’
B

A’

0
0
A
1
1







Peta 3 variabel :
Tabel kebenaran :
Input A
Input B
Input C
Output Y

0
0
0
0

0
0
1
0

0
1
0
1

A’ B C’

0
1
1
0

1
0
0
0

1
0
1
0

1
1
0
1
A B C ‘
1
1
1
1
A B C
Diperoleh pernyataan minterm :
Y = A’BC + ABC’ + ABC

K-Map :

C’
C

A’ B’

0
0
A’ B
1
0
A B
1
1
A B’
0
0

Peta 4 variabel

Tabel kebenaran :
Input A
Input B
Input C
Input D
Output Y

0
0
0
0
0

0
0
0
1
1
A’B’C’D
0
0
1
0
0

0
0
1
1
0

0
1
0
0
0

0
1
0
1
0

0
1
1
0
1
A’BCD’
0
1
1
1
1
A’BCD
1
0
0
0
0

1
0
0
1
0

1
1
1
0
1
ABCD’
1
1
1
1
0


Diperoleh penyataan minterm :
Y = A’B’C’D + A’BCD’ + A’BCD + ABCD’
K-Map :

C’ D’
C’ D
C D
C D’

A’ B’

0
1
0
0
A’ B
0
0
1
1
A B
0
0
0
1
A B’
0
0
0
0


PASANGAN, KUAD DAN OKTET


Pasangan

Pasangan adalah suatu kelompok dua buah keluaran 1 yang berdampingan secara horisontal atau vertikal.


C’ D’
C’ D
C D
C D’

A’ B’

0
0
0
0
A’ B
0
0
0
0
A B
0
0
1
1
A B’
0
0
0
0

Produk : ABCD dan ABCD’
Pernyataan minterm : Y = ABCD + ABCD’
Dari ke dua produk, ditemukan variabel yang berubah bentuk dari bentuk tak-terkomplemen ke komplemen (D ke D’). Variabel yang berubah bentuk dapat dihilangkan. Sehingga : Y = ABC
Bukti Aljabar :
Y = ABCD + ABCD’
= ABC (D + D’)
= ABC

Kuad

Kuad adalah suatu kelompok empat buah keluaran 1yang berdampingan secara vertikal atau horisontal, yang akan menghilangkan dua buah variabel beserta komplemennya. Letaknya dari ujung ke ujung atau dalam bentuk bujur sangkar.

C’ D’
C’ D
C D
C D’

A’ B’

1
1
1
1
A’ B
0
0
0
0
A B
0
0
1
1
A B’
0
0
1
1
Kuad 2 Kuad 1

Kuad 1

Produk : A’B’C’D’, A’B’C’D, A’B’CD, A’B’CD’
Minterm : Y = A’B’C’D’+ A’B’C’D+ A’B’CD + A’B’CD’
Variabel yang berubah : D’ ke D dan C’ ke C
Sehingga : Y = A’ B’
Bukti Aljabar Boolean :

Y = A’B’C’D’+ A’B’C’D+ A’B’CD + A’B’CD’

= A’B’C’ (D’+ D) + A’B’C (D + D’)
= A’B’C’ + A’B’C
= A’B’ (C’ + C)
= A’B’
Kuad 2
Produk : ABCD, ABCD’, AB’CD, AB’CD’
Minterm : Y = ABCD + ABCD’+ AB’CD + AB’CD’
Variabel yang berubah : D ke D’ dan B ke B’
Sehingga : Y = AC
Bukti Aljabar Boolean :
Y = ABCD + ABCD’+ AB’CD + AB’CD’
= ABC (D + D’) + AB’C (D + D’)
= ABC + AB’C
= AC (B + B’)
= AC
Oktet
Oktet adalah kelompok delapan buah keluaran 1, yang akan menghilangkan tiga buah variabel beserta komplemennya.


C’ D’
C’ D
C D
C D’

A’ B’

0
0
0
0
A’ B
0
0
0
0
A B
1*
1
1
1
A B’
1
1
1
1

Variabel yang berubah dimulai dari 1* :
: B ke B’, D’ ke D dan C’ ke C
Sehingga : Y = A
Bukti Aljabar Boolean :
Pandang sebagai dua kuad yang menghasilkan AC’ dan AC.
Maka : Y = AC’ + AC
= A

Langkah-langkah metode Karnaugh Map :
  1. Memindahkan tabel kebenaran ke dalam peta.
  2. Mencari oktet, kuad, lalu pasangan.

!! Diijinkan untuk membuat kelompok-kelompok bertumpang tindih.


C’ D’
C’ D
C D
C D’

A’ B’

0
0
0
0
A’ B
0
1
0
0
A B
1
1
1
1
A B’
1
1
1
1




!! Diijinkan memutar peta.


C’ D’
C’ D
C D
C D’

A’ B’

0
0
0
0
A’ B
1
0
0
1
A B
1
0
0
1
A B’
0
0
0
0

Jika peta diputar, dua pasangan menjadi sebuah kuad.

!! Menghilangkan kelompok berlebihan.


C’ D’
C’ D
C D
C D’

A’ B’

0
0
1
0
A’ B
1
1
1
0
A B
0
1
1
1
A B’
0
1
0
0

Diperoleh 1 kuad dan 4 pasangan, sehingga setiap keluaran 1 pada kuad bertumpang tindih dengan pasangan. Maka kuad dianggap sebagai kelompok berlebihan yang harus dihilangkan. Maka diperoleh peta :


C’ D’
C’ D
C D
C D’

A’ B’

0
0
1
0
A’ B
1
1
1
0
A B
0
1
1
1
A B’
0
1
0
0

1 2 3 4





Kondisi DON’T’CARE

Contoh : Masukan BCD mendrive sebuah dekoder, yang hanya menghasilkan keluaran 1 pada masukan 1001.
A Dekoder :
B 1 hanya Y
C bagi masuk-
D an 1001


Tabel kebenaran :
(Angka BCD dibatasi pada bilangan 4 bit dari 000 sampai 1001. Sedangkan 1010 sampai 1111 tidak mungkin terjadi pada kondisi normal.)

Input A
Input B
Input C
Input D
Output Y
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
0
0
0
0
1
1
0
0
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
0
1
0
0
0
0
1
0
0
1
1

K- map :
  1. Menuliskan keluaran 1 dan 0 pada peta.
  2. Untuk ruang kosong, dapat dipandang sebagai angka 0 atau 1, tergantung mana yang menguntungkan. Diberi simbol x, menunjukkan kondisi tak peduli (don’t care).




C’ D’
C’ D
C D
C D’

A’ B’

0
0
0
0
A’ B
0
0
0
0
A B
x
x
x
x
A B’
0
1
x
x

Sehingga : Y = A D
Rangkaian logikanya :
B .
C .
A y
D























RANGKAIAN LOGIKA SEKUENSIAL

2 macam rangkaian logika :
  1. Rangkaian logika kombinasional
Rangkaian yang outputnya bergantung pada keadaan nilai input pada saat itu saja.
Piranti kombinasional : Rangkaian gerbang OR-AND–NOT, decoder, adder-subtractor dan multiplexer.
  1. Rangkaian logika sekuensial
Outputnya tidak bergantung pada nilai input saat itu, tetapi juga input-input sebelumnya. Karena itu dikatakan mempunyai karakteristik memori.
Piranti sekuensial : Flip-flop, register dan counter.
Berdasarkan waktu sinyal, dibedakan menjadi :
  • Rangkaian sekuensial sinkron
Operasinya disinkronkan dengan pulsa waktu yang dihasilkan oleh pembangkit pulsa yang merupakan masukan bagi rangkaian. Sehingga keluaran akan berubah hanya setiap adanya masukan pulsa waktu, meskipun inputnya tidak berubah.
  • Rangkaian sekuensial asinkron :
Operasinya hanya bergantung pada input, dan dapat dipengaruhi setiap waktu.


REGISTER

Fungsi : sebagai memori sementara
: untuk penggeseran data ke kiri atau ke kanan.
Dibangun dari kumpulan flip-flop, banyaknya flip-flop menentukan panjang register dan juga panjang kata biner yang dapat disimpan di dalam register.



Register seri
Contoh : Register seri geser ke kanan 4 bit

Diagram logika : Indikator keluaran data paralel
A B C D

Data seri D Q D Q D Q D Q

FF1 FF2 FF3 FF4
> CK > CK > CK > CK

Masukan
CLR CLR CLR CLR
o o o o

Clear

Clock

Register Paralel
Contoh : Register paralel geser ke kanan yang beresirkulasi 4 bit.
Diagram logika :
Indikator keluaran data paralel
A
B
C
D

D
C
B
A
Data
Paralel o o o o
PS PS PS PS
J Q J Q J Q J Q

Masukan FF1 FF2 FF3 FF4
o> CK o> CK o> CK o> CK

K Q’ K Q’ K Q’ K Q’
CLR CLR CLR CLR
o o o o

Clock

Clear


COUNTER (PENCACAH)

Merupakan rangkaian logika pengurut yang membutuhkan karakteristik memori dan sangat ditentukan oleh pewaktu. Disusun dari sejumlah flip-flop.
Karakteristik utamanya :
  1. Jumlah hitungan maksimum (modulus pencacah)
  2. Menghitung ke atas (up counter) atau ke bawah (down counter).
  3. Operasi sinkron (serempak, pencacah paralel) atau asinkron (seri, pencacah gelombang).

































Contoh : Pencacah gelombang 4 bit (modulo-16), menghitung ke atas.
Diagram logika :
Keluaran biner
A B C D

1 J Q 1 J Q 1 J Q 1 J Q

Masukan FF1 FF2 FF3 FF4
detak o>CK o>CK o>CK o>CK


1 K 1 K 1 K 1 K
Tabel kebenaran : urutan pencacahan

Hitungan Hitungan biner
desimal
8-an 4-an 2-an 1-an
D C B A

0 0 0 0 0
1 0 0 0 1
2 0 0 1 0
3 0 0 1 1
4 0 1 0 0
5 0 1 0 1
6 0 1 1 0
7 0 1 1 1
8 1 0 0 0
9 1 0 0 1
10 1 0 1 0
11 1 0 1 1
12 1 1 0 0
13 1 1 0 1
14 1 1 1 0
15 1 1 1 1
16 0 0 0 0




Contoh : Pencacah paralel 3 bit (modulo 8) mencacah dengan urutan naik.





Diagram logika :
o oA
B
1 o J Q o J Q o J Q
C B A
FF1 FF2 FF3 Keluaran
o>CK o>CK o>CK biner


K K K
Clock


Tabel kebenaran : urutan pencacahan

Hitungan Hitungan biner
desimal
4-an 2-an 1-an
C B A

0 0 0 0
1 0 0 1
2 0 1 0
3 0 1 1
4 1 0 0
5 1 0 1
6 1 1 0
7 1 1 1
8 0 0 0

Monday, November 15, 2010

Komunikasi

 Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. pabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.

Proses komunikasi

 Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.
  1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
  2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.
  1. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
  2. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.

Jenis - Jenis komunikasi

Dari berbagai model komunikasi yang sudah ada, di sini akan dibahas tiga model paling utama, serta akan dibicarakan pendekatan yang mendasarinya dan bagaimana komunikasi dikonseptualisasikan dalam perkembangannya

Model Komunikasi Linear

Model komunikasi ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical of Communication.Mereka mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear karena tertarik pada teknologi radio dan telepon dan ingin mengembangkan suatu model yang dapat menjelaskan bagaimana informasi melewati berbagai saluran (channel). Hasilnya adalah konseptualisasi dari komunikasi linear (linear communication model).Pendekatan ini terdiri atas beberapa elemen kunci: sumber (source), pesan (message) dan penerima (receiver). Model linear berasumsi bahwa seseorang hanyalah pengirim atau penerima. Tentu saja hal ini merupakan pandangan yang sangat sempit terhadap partisipan-partisipan dalm proses komunikasi.

 Model Interaksional

Model interaksional dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses komunikasi dua arah diantara para komunikator. Dengan kata lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim. Proses melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi selalu berlangsung.  Para peserta komunikasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tapatnya melalui pengambilan peran orang lain. Patut dicatat bahwa model ini menempatkan sumber dan penerima mempunyai kedudukan yang sederajat.  Satu elemen yang penting bagi model interkasional adalah umpan balik (feedback), atau tanggapan terhadap suatu pesan.

Model Transaksional

Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970.Model ini menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalm sebuah episode komunikasi. Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif: pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi. Model transaksional berasumsi bahwa saat kita terus-menerus mengirimkan dan menerima pesan, kita berurusan baik dengan elemen verbal dan nonverbal. Dengan kata lain, peserta komunikasi (komunikator) melalukan proses negosiasi makna.


Contoh Komunikasi : Gerakan tubuh

Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan. biasanya polisi yang mengatur lalu lintas .

TEORI MOTIVASI

-Teori Motivasi Abraham Maslow-
Penjelasan mengenai konsep motivasi manusia menurut Abraham Maslow mengacu pada lima kebutuhan pokok yang disusun secara hirarkis. Tata lima tingkatan motivasi ini adalah sbb :
·        Kebutuhan yang bersifat fisiologis (lahiriyah)
Kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan. Bagi karyawan, kebutuhan akan gaji, uang lembur, perangsang, hadiah-hadiah dan fasilitas lainnya seperti rumah, kendaraan dll. Menjadi motif dasar dari seseorang mau bekerja.
·        Kebutuhan keamanan dan ke-selamatan kerja (Safety Needs)
Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketentraman dan jaminan seseorang dalam kedudukannya, jabatan-nya, wewenangnya dan tanggung jawabnya dalam bekerja.
·        Kebutuhan sosial (Social Needs)
Kebutuhan akan kasih sayang dan bersahabat (kerjasama) dalam kelompok kerja atau antar kelompok kerja, guna meningkatkan relasi dengan pihak-pihak yang diperlukan.
·        Kebutuhan akan prestasi (Esteem Needs)
Kebutuhan akan kedudukan dan promosi dibidang kepegawaian. Kebutuhan akan simbol-simbol dalam status seseorang serta yang ditampilkannya.
·        Kebutuhan mempertinggi kapisitas kerja (Self actualization).
Setiap orang ingin mengembangkan kapasitas kerjanya dengan baik. Hal ini merupakan kebutuhan untuk mewujudkan kemampuan seseorang dan seringkali nampak pada hal-hal yang sesuai untuk mencapai cita dan citra diri seseorang. Dalam motivasi kerja pada tingkat ini diperlukan kemampuan manajemen untuk dapat memadukan antara cita diri dan cita organisasi untuk dapat melahirkan hasil organisasi yang lebih tinggi.

Menurut Maslow orang dewasa secara normal memuaskan kira-kira 85% kebutuhan fisiologis, 70% kebutuhan rasa aman, 50% kebutuhan untuk memiliki dan mencintai, 40% kebutuhan harga diri serta 10% kebutuhan aktualisasi diri. Teori kebutuhan Abraham Maslow sendiri telah menerima pengakuan luas di antara manajer pelaksana, karena teori ini logis secara intuitif. Namun, penelitian tidak memperkuat teori ini dan Maslow tidak memberikan bukti dan beberapa penelitian yang berusaha mengesahkan teori ini tidak menemukan pendukung yang kuat.
-Teori Motivasi David McClelland-
Teori motivasi David McClelland termasuk dalam teori kontemporer. Yakni teori yang menggambarkan kondisi pemikiran saat ini dalam menjelaskan motivasi.
David McClelland menjelaskan tiga jenis motivasi, dalam buku ”The AchievingSociety” :
1.     Motivasi untuk berprestasi (n-ACH)
2.     Motivasi untuk berkuasa (n-pow)
3.     Motivasi untuk berafiliasi/bersahabat (n-affil)

Penjelasan :
1. Kebutuhan akan prestasi (n-ACH)
Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli orang lain, berusaha untuk sukses. Kebutuhan ini pada hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Ciri-ciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima resiko yang relatif tinggi, keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang hasil kerja mereka, keinginan mendapatkan tanggung jawab pemecahan masalah.
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu seseorang akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. seseorang perlu mendapat umpan balik dalam bekerja dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan dari prestasinya tersebut.
2. Kebutuhan akan kekuasaan (n-pow)
Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara, atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan.
n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. seseorang memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status pribadi.
3. Kebutuhan untuk berafiliasi atau bersahabat (n-affil)
Kebutuhan akan Afiliasi adalah kebutuhan untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi.
Dari penelitiannya, McClelland menyimpulkan bahwa kepuasan prestasi berasal dari tindakan untuk bertindak sehingga sukses, dan bukannya dari pengakuan umum terhadap prestasi pribadi. Selain itu juga diperoleh kesimpulan bahwa orang yang memiliki n-ach tinggi tidak begitu terpengaruh oleh imbalan uang, mereka tertarik pada prestasi.

-Teori Motivasi Mc Gregor-
Atau disebut juga Teori X dan Y , yakni teori yang menyatakan bahwa dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia. Satu negative (teori X) dan satu lagi positif (teori y).
·        Teori X
Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kadang seseorang memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi.
·        Teori Y
Teori ini berkebalikan dengan teori x karna pada dasarnya setiap idividu memiliki keinginan untuk maju. Teori menyatakan bahwa bekerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. seseorang tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena menurutnya kerja adalah suatu kewajiban agar dapat merubah hidup kearah yang lebih baik

Dari ketiga teori tersebut jika dikaitkan dengan kondisi fisik, pisikologis, dan spiritual.
Jika dilihat dari kondisi fisik, Setiap orang pasti memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda. Tanpa adanya motivasi dalam diri, penyakit akan mudah menyerang, Misalnya saja ingin sehat tetapi malas untuk berolahraga, sehingga timbullah penyakit-penyakit, terutama penyakit ‘hati’. orang-orang yang tidak memiliki motivasi dalam hidupnya akan selalu iri melihat orang lain sukses, tapi ia sendiri tidak mau berusaha menuju kesuksesan dalam hidupnya.
Hal ini dapat mempengaruhi kondisi pisikologis seseorang. Kondisi pisikologis yang sedang tertekan kadang menimbulkan kuatnya fator x yang ada dalam diri seseorang, merasa hidupnya tidak berguna karena selalu melihat dirinya dari sisi negative. Sehingga dapat kita lihat tidak sedikit orang yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri hanya karena tidak adanya motivasi dalam dirinya.
karena itulah kita perlu adanya motivasi spiritual. Dalam motivasi spiritual, alasan utama motivasi dalam diri yakni semata-mata untuk mendapat ridho allah SWT. Melakukan sesuatu dalam hidup didasari penuh dengan keikhlasan. Dengan adanya motivasi spiritual, faktor X yang ada dalam diri kita sebisa mungkin dapat dihindari, sehingga suatu pekerjaan atau kegiatan yang kita lakukan tidak akan terasa berat.

TEORI KEPEMIMPinaN

Leadership: Teori Kepemimpinan

Leadership: Teori Kepemimpinan

Kreiner menyatakan bahwa leadership adalah proses mempengaruhi orang lain yang mana seorang pemimpin mengajak anak buahnya secara sekarela berpartisipasi guna mencapai tujuan organisasi.

Sedangkan Hersey menambahkan bahwa leadership adalah usaha untuk mempengaruhi individual lain atau kelompok. Seorang pemimpin harus memadukan unsur kekuatan diri, wewenang yang dimiliki, ciri kepribadian dan kemampuan sosial untuk bisa mempengaruhi perilaku orang lain.

Genetic Theory

Pemimpin adalah dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi. Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya.

Traits theory

Teori ini menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya. Sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik, dan kemampuan sosial. Karakter yang harus dimiliki seseorang manurut judith R. Gordon mencakup kemampuan istimewa dalam:
- Kemampuan Intelektual
- Kematangan Pribadi
- Pendidikan
- Statuts Sosial Ekonomi
- Human Relation
- Motivasi Intrinsik
- Dorongan untuk maju

Ronggowarsito menyebutkan seorang pemimpin harus memiliki astabrata, yakni delapan sifat unggul yang dikaitkan dengan sifat alam seperti tanah, api, angin, angkasa, bulan, matahari, bintang.

Behavioral Theory

Karena ketyerbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui trait, para peneliti mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti perilaku pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Konsepnya beralih dari siapa yang memiliki memimpin ke bagaimana perilaku seorang untuk memimpin secara efektif.

a. Authoritarian, Democratic & Laissez Faire
Penelitian ini dilakukan oleh Lewin, White & Lippit pada tahun 1930 an. Mereka mengemukakan 3 tipe perilaku pemimpin, yaitu authoritarian yang menerapkan kepemimpinan otoriter, democratic yang mengikut sertakan bawahannya dan Laissez - Faire yang menyerahkan kekuasaannya pada bawahannya.

b. Continuum of Leadership behavior.
Robert Tannenbaum dan Warren H Schmidt memperkenalkan continnum of leadership yang menjelaskan pembagian kekuasaan pemimpin dan bawahannya. Continuum membagi 7 daerah mulai dari otoriter sd laissez - faire dengan titik dengan demokratis.

c. Teori Employee Oriented and Task Oriented Leadership - Leadership style matrix.
Konsep ini membahas dua orientasi kepemimpinan yaitu
- Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana perilaku pemimpinnya dalam penyelesaiannya tugasnya memberikan tugas, mengatur pelaksanaan, mengawasi dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil pelaksanaan tugas.
- Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai akan ditandai dengan perilaku pemimpinnya yang memandang penting hubungan baik dan manusiawi dengan bawahannya.

Pembahasan model ini dikembangkan oleh ahli psikologi industri dari Ohio State University dan Universitas of Michigan. Kelompok Ohio mengungkapkan dua dimensi kepemimpinan, yaitu initiating structure yang berorientasi pada tugas dan consideration yang berorientasi pada manusia. Sedangkan kelompok Michigan memakai istilah job-centered dan employee-centered.

d. The Managerial Grid
Teori ini diperkenalkan oleh Robert R.Blake dan Jane Srygley Mouton dengan melakukan adaptasi dan pengembangan data penelitian kelompok Ohio dan Michigan.

Blake & Mouton mengembangkan matriks yang memfokuskan pada penggambaran lima gaya kepemimpinan sesuai denan lokasinya.

Dari teori-teori diatas dapatlah disimpulkan bahwa behavioral theory memiliki karakteristik antara lain:
- Kepemimpinan memiliki paling tidak dua dimensi yang lebih kompleks dibanding teori pendahulunya yaitu genetik dan trait.
- Gaya kepemimpinan lebih fleksibel; pemimpin dapat mengganti atau memodifikasi orientasi tugas atau pada manusianya sesuai kebutuhan.
- Gaya kepemimpinan tidak gifted tetapi dapat dipelajari
- Tidak ada satupun gaya yang paling benar, efektivitas kepemimpinan tergantung pada kebutuhan dan situasi

Situational Leadership

Pengembangan teori ini merupakan penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan teori yang ada sebelumnya. Dasarnya adalah teori contingensi dimana pemimpin efektif akan melakukan diagnose situasi, memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkan secara tepat.

Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang.
- Kemampuan manajerial : kemampuan ini meliputi kemampuan sosial, pengalaman, motivasi dan penelitian terhadap reward yang disediakan oleh perusahaan.
- Karakteristik pekerjaan : tugas yang penuh tantangan akan membuat seseorang lebih bersemangat, tingkat kerjasama kelompok berpengaruh efektivitas pemimpinnya.
- Karakteristik organisasi : budaya organisasi, kebijakan, birokrasi merupakan faktor yang berpengaruh pada efektivitas pemimpinnya.
- Karakteristik pekerja : kepribadian, kebutuhan, ketrampilan, pengalaman bawahan akan berpengaruh pada gaya memimpinnya.

a. Fiedler Contingency model
Model ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling efektif tergantung pada situasi yang dihadapi dan perubahan gaya bukan merupakan suatu hal yang sulit.
Fiedler memperkenalkan tiga variabel yaitu:
- task structure : keadaan tugas yang dihadapi apakah structured task atau unstructured task
- leader-member relationship : hubungan antara pimpinan dengan bawahan, apakah kuat (saling percaya, saling menghargai) atau lemah.
- Position power : ukuran aktual seorang pemimpin, ada beberapa power yaitu:

-> legitimate power : adanya kekuatan legal pemimpin
-> reward power : kekuatan yang berasal imbalan yang diberikan pimpinan
-> coercive power : kekuatan pemimpin dalam memberikan ancaman
-> expert power : kekuatan yang muncul karena keahlian pemimpinnya
-> referent power : kekuatan yang muncul karena bawahan menyukai pemimpinnya
-> information power : pemimpin mempunyai informasi yang lebih dari bawahannya.

b. Model kepemimpinan situasional 'Life Cycle'

Harsey & Blanchard mengembangkan model kepemimpinan situasional efektif dengan memadukan tingkat kematangan anak buah dengan pola perilaku yang dimiliki pimpinannya.

Ada 4 tingkat kematangan bawahan, yaitu:
- M 1 : bawahan tidak mampu dan tidak mau atau tidak ada keyakinan
- M 2 : bawahan tidak mampu tetapi memiliki kemauan dan keyakinan bahwa ia bisa
- M 3 : bawahan mampu tetapi tidak mempunyai kemauan dan tidak yakin
- M 4 : bawahan mampu dan memiliki kemauan dan keyakinan untuk menyelesaikan tugas.

Ada 4 gaya yang efektif untuk diterapkan yaitu:
- Gaya 1 : telling, pemimpin memberi instruksi dan mengawasi pelaksanaan tugas dan kinerja anak buahnya.
- Gaya 2 : selling, pemimpin menjelaskan keputusannya dan membuka kesempatan untuk bertanya bila kurang jelas.
- Gaya 3 : participating, pemimpin memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide-ide sebagai dasar pengambilan keputusan.
- Gaya 4 : delegating, pemimpin melimpahkan keputusan dan pelaksanaan tugas kepada bawahannya.

Transformational Leadership

Robert house menyampaikan teorinya bahwa kepemimpinan yang efektif menggunakan dominasi, memiliki keyakinan diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas tinggi untuk meningkatkan karismatiknya. Dengan kharismanya pemimpin transformational akan menantang bawahannya untuk melahirkan karya istimewa.

Langkah yang dilaksanakan pemimpin ini biasanya membicarakan dengan pengikutnya bagaimana pentingnya kinerja mereka, bagaimana bangga dan yakinnya mereka sebagai anggota kelompok, bagaimana istimewanya kelompok yang akan menghasilkan karya luar biasa.

Saturday, October 16, 2010

konflik dan cara penanganan konflik

Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama
Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi.
Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan
dua macam bidang konflik antar kelompok.

Konflik antara organisasi
Contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain
dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan
persaingan.Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan
timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru, harga
lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

Peranan Konflik
Ada berbagai pandangan mengenai konflik dalam organisasi. Pandangan tradisional
mengatakan bahwa konflik hanyalah merupakan gejala abnormal yang mempunyai
akibat-akibat negatif sehingga perlu dilenyapkan. Pendapat tradisional ini dapat
diuraikan sebagai berikut :
- Konflik hanya merugikan organisasi, karena itu harus dihindarkan dan ditiadakan.
- Konflik ditimbulka karena perbedaan kepribadian dan karena kegagalan dalam
kepemimpinan.
- Konflik diselesaikan melalui pemisahan fisik atau dengan intervensi manajemen
tingkat yang lebih tinggi.


Sedangkan pandangan yang lebih maju menganggap bahwa konflik dapat berakibat
baik maupun buruk. Usaha penanganannya harus berupaya untuk menarik hal-hal
yang baik dan mengurangi hal-hal yang buruk. Pandangan ini dapat diuraikan
sebagai berikut :
- Konflik adalah suatu akibat yang tidak dapat dihindarkan dari interaksi
organisasional dan dapat diatasi dengan mengenali sumber-sumber konflik.
- Konflik pada umumnya adalah hasil dari kemajemukan sistem organisasi
- Konflik diselesaikan dengan cara pengenalan sebab dan pemecahan masalah.
Konflik dapat merupakan kekuatan untuk pengubahan positif di dalam suatu
organisasi.
Dalam padangan modern ini konflik sebenarnya dapat memberikan manfaat yang
banyak bagi organisasi. Sebagai contoh pengembangan konflik yang positif dapat
digunakan sebagai ajang adu pendapat, sehingga organisasi bisa memperoleh
pendapat-pendapat yang sudah tersaring.



Faktor-faktor yang mempengaruhi Konflik
Dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar yaitu faktor intern dan faktor
ekstern. Dalam faktor intern dapat disebutkan beberapa hal :
1. Kemantapan organisasi
Organisasi yang telah mantap lebih mampu menyesuaikan diri sehingga tidak mudah
terlibat konflik dan mampu menyelesaikannya. Analoginya dalah seseorang yang
matang mempunyai pandangan hidup luas, mengenal dan menghargai perbedaan
nilai dan lain-lain.
2. Sistem nilai
Sistem nilai suatu organisasi ialah sekumpulan batasan yang meliputi landasan
maksud dan cara berinteraksi suatu organisasi, apakah sesuatu itu baik, buruk, salah
atau benar.
3. Tujuan
Tujuan suatu organisasi dapat menjadi dasar tingkah laku organisasi itu serta para
anggotanya.
4. Sistem lain dalam organisasi
Seperti sistem komunikasi, sistem kepemimpinan, sistem pengambilan keputusan,
sisitem imbalan dan lain-lain. Dlam hal sistem komunikasi misalnya ternyata
persepsi dan penyampaian pesan bukanlah soal yang mudah.
Sedangkan faktor ekstern meliputi :
1. Keterbatasan sumber daya
Kelangkaan suatu hal yang dapat menumbuhkan persaingan dan seterusnya dapat
berakhir menjadi konflik.
2. Kekaburan aturan/norma di masyarakat
Hal ini memperbesar peluang perbedaan persepsi dan pola bertindak.
3. Derajat ketergantungan dengan pihak lain
Semakin tergantung satu pihak dengan pihak lain semakin mudah konflik terjadi.
4. Pola interaksi dengan pihak lain
Pola yang bebas memudahkan pemamparan dengan nilai-nilai ain sedangkan pola
tertutup menimbulkan sikap kabur dan kesulitan penyesuaian diri.

Penanganan Konflik

Untuk menangani konflik dengan efektif, kita harus mengetahui kemampuan diri
sendiri dan juga pihak-pihak yang mempunyai konflik. Ada beberapa cara untuk
menangani konflik antara lain :
1. Introspeksi diri
Bagaiman kita biasanya menghadapi konflik ? Gaya pa yang biasanya digunakan?
Apa saja yang menjadi dasar dan persepsi kita. Hal ini penting untuk dilakukan
sehingga kita dapat mengukur kekuatan kita.
2. Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat.
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat. Kita dapat
mengidentifikasi kepentingan apa saja yang mereka miliki, bagaimana nilai dan
sikap mereka atas konflik tersebut dan apa perasaan mereka atas terjadinya
konflik. Kesempatan kita untuk sukses dalam menangani konflik semakin besar
jika kita meliha konflik yang terjadi dari semua sudut pandang.
3. Identifikasi sumber konflik
Seperti dituliskan di atas, konflik tidak muncul begitu saja. Sumber konflik
sebaiknya dapat teridentifikasi sehingga sasaran penanganannya lebih terarah
kepada sebab konflik.
4. Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilih
yang tepat.
Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam
penanganan konflik :
a. Berkompetisi
Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di
atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika
situasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu
pihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital. Hanya perlu diperhatikan
situasi menang – kalah (win-win solution) akan terjadi disini. Pihak yang
kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang
berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan –
bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentingan
organisasi) di atas kepentingan bawahan.
b. Menghindari konflik
Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi
tersebut secara fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah
menunda konflik yang terjadi. Situasi menag kalah terjadi lagi disini.
Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk
mendinginkan suasana, mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang
baik bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali,
ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa masih
memiliki hutang menyelesaikan persoalan tersebut.
c. Akomodasi
Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri
agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga
sebagai self sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa
kepentingan pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan
baik dengan pihak tersebut.
Pertimbangan antara kepentingan pribadi dan hubungan baik menjadi hal
yang utama di sini.
d. Kompromi
indakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal
tersebut sama –sama penting dan hubungan baik menjadi yang uatama.
Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk
mendapatkan situasi menang-menang (win-win solution)
e. Berkolaborasi
Menciptakan situasi menang-menag dengan saling bekerja sama.
Pilihan tindakan ada pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing
tindakan. Jika terjadi konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan
antar pribadi menjadai hal yang harus kita pertimbangkan.

Friday, October 15, 2010

RAM

Memory adalah perangkat yang berfungsi mengolah data atau intruksi. Semakin besar memori yang disediakan, semakin banyak data maupun intruksi yang dapat mengolahnya.
RAM adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk menyimpan data.RAM bersifat sementara atau data yang tersimpan dapat dihapus.lain halnya dengan ROM.ROM mempunyai fungsi yang sama dengan RAM tetapi ROM bersifat permanent atau data yang tersimpan tidak dapat dihapus.

jenis - jenis RAM :
  • SRAM (Static Random Access Memory)
RAM yang digunakan sebagai memori tambahan yang tersembunyi.
  • EDORAM ( Extended Data Out Dynamic Random Accses Memory )
Yaitu, RAM yang kepingannya terdiri dari 72 pin dan umumnya pada PC yang menggunakan prosesor intel Pentium 1 dan AMD ke- 5 dan ke- 6.RAM jenis ini harus dipasang pada socketnya dalam jumlah genap ( minimal terdiri dari 2 keping ).Dan memiliki Bus Speed sebesar 66 Mhz atau PC 66.
  • SDRAM ( Synchronous Random Acces Memory )
RAM yang kemampuan kecepatannya lebih cepat daripada EDORAM dan kepingannya terdiri dari 168 pin.PC denganprosesor intel Pentium 1, Pentium II, Pentium III, AMD ke- 5, AMD ke- 6, AMD ke- 7.Dengan memiliki Bus Speed sebesar 66 Mhz ( PC 66 Mhz ) dan PC 100 Mhz.
  • DDRAM ( Double Data Rate Random Acces Memory )
RAM yang hampir sama dengan SDRAM, namun memiliki kemampuan kerja yang lebih tinggi.Dengan Bus Speed sebesar 133 Mhz atau PC 133 Mhz.Umumnya digunakan pada PC dengan prosesorintel Pentium III, Pentium IV, AMD Duron, AMD Athlon.
  • RDRAM ( Rambus Dynamic Random Acces Memory )
RAM yang menggunakan RIMM ( Rambus In Line Memory Module ) sebagai socketnya dengan ukuran yang lebih kecil dari DIMM ( Socket yang digunakan untuk SDRAM dan DDRAM ).Dengan Bus Speed sebesar 800 Mhz.Umumnya digunakan pada PC dengan prosesor intel Pentium 1.
  • VGRAM ( Video Graphic Random Acces Memory )
RAM yang digunakan secara khusus pada video adapter atau video card.Yang berfungsi untuk mendukung video adapter dalam menghasilkan tampilan proses yang sedang atau yang telah berlangsung pada computer.Besarnya kapasitas VGRAM akan menentukan kualitas gambar atau tampilan yang dihasilakan oleh video adapter tersebut.